Welcome to my Blog!

Minggu, 27 Desember 2009

sejarah: drama peristiwa di rumah laksamana maeda

Pada tanggal 16 Agustus 1945 pada pukul 23.30 WIB. Rombongan Ir. Soekarno kembali ke Jakarta dari Rengasdengklok. Setibanya di jakarta langsung menuju rumah Laksamana Maeda. Setelah itu Soekarno dan Mohammad Hatta diantar kan menemui Gunselkan, Mayor Jenderal Hoichi Yamamato.


Soekarno : Selamat malam, bisakah kami menemui jenderal Hoichi Yamamoto?
Pengawal : Maaf, Mayor Jenderal Yamamato tidak bisa di ganggu, beliau sedang istirahat.
Moch Hatta : Kami hanya ingin membicarakan suatu hal sebentar saja.
Pengawal : Maaf, tidak bisa.


Kemudian mereka meninggalkan kediaman gunselkan, kemudian mereka pergi menuju kediaman Somubuco, kemudian mereka membicarakan tentang pendapat Somubuco tentang pelaksanaan proklamasi indonesia.


Soekarno : Selamat malam mayor Nishimura.
Nishimura : Selamat malam.
Soekarno : Jenderal Terauchi telah menyerahkan pelaksanaan proklamasi indonesia kepada PPKI sehubungan dengan itu kami ingin mengadakan rapat PPKI tentang kemerdekaan Indonesia.
Nishimura : Saya mengetahui tentang kebijaksanaan panglima tentara keenam belas di jawa, sehubungan dengan menyerahnya Jepang kepada serikat / sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara jepang tidak di perbolehkan lagi mengganggu status quo. Atas dasar inilah saya melarang dengan tegas diadakannya rapat PPKI tersebut.


Dengan kenyataan tersebut, tumbuh keinginan kuat bahwa tidak ada gunanya lagi untuk membicarakan soal kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Setelah pergi meninggalkan kediaman Somubuco. ( dalam perjalanan )


Soekarno : Tidak ada gunanya lagi berunding dengan pihak jepang mengenai
proklamasi kemerdekaan republik Indonesia.
Moch Hatta : Lebih baik, kita langsung saja rumuskan naskah teks proklamasi, tak usah pedulikan jepang.
Soekarno : Baklah kalau begitu. Sekarang kita cari tempat yang aman untuk berunding.


Akhirnya mereka sampai di hotel Hendels, kemudian Sayuti Melik menghampiri pelayanan restoran.


Sayuti Melik : Maaf tuan apakah ada kamar hotel yang masih kosong untuk
  kami!
Pelayan Hotel : Maaf tuan semua kamar hotel di sini sudah penuh!
Sayuti Melik : Oh begitu, terima kasih.


Kemudian Sayuti Melik kembali menemui Ahmad Subarjo dan yang lainnya.


Sayuti Melik : Kamarnya penuh, bagaimana.
Ahmad Subarjo : Bagaimana kalau kita kerumah Laksamana Maeda, ia adalah
  teman karib saya dia juga orang yang mendukung kemerdekaan
  indonesia.
Sayuti Melik : Kalau tidak salah juga dia merupakan salah satu perwira tinggi
  angkatan darat, jadi pasti keamanannya terjamin.
Moch Hatta : Saya setuju, karena seperti yang dikatakan sayuti melik
  keamanannya terjamin.
Soekarno : Ya sudah kalau begitu kita berangkat ke rumah Laksamana
  Maeda.


Mereka berangkat ke rumah Laksamana Maeda tidak lama kemudian mereka sampai di rumah Laksamana Maeda.
Soekarno : Tok...tok...tok...! Permisi selamat malam bisakah kami bertemu
  dengan tuan Laksamana Maeda?
Orang jepang : Baikalah silahkan masuk, tuan ada di dalam.
Moch Hatta : terima kasih.


( sesaat kemudian soekarno dan Moch Hatta bertemu dengan Laksamana Maeda )


Soekarno : Selamat malam tuan?
Laksamana Maeda : ( membalas sapaan dengan senyuman ) ada apa, kenapa tuan-tuan
  ini mendatangi kediaman saya. Apakah ada masalah yang serius?
Soekarno : Maaf mungkin kedatangan kami mengganggu waktu istirahat
  tuan.
Ahmad Sobarjo : Kami bermaksud untuk menanyakan apakah benar berita
  menyerahnya jepang terhadap sekutu itu?
Laksamana Maeda : Dari mana tuan mendengar berita tersebut.
Soekarno : Kami mendengar berita tersebut dari salah satu pemuda. Katanya
  dia mendengar berita tersebut dari radio luar negeri.
Laksamana Maeda : Memang benar berita tersebut tapi kami masih merahasiakannya
  agar tidak timbul kakacauan karena kami masih bertanggung
  jawab terhadap keamanan indonesia.
Moch Hatta : Sekarang tuan yang kami bingungkan para pemuda terus
  mendesak agar memproklamasikan kemerdekaan indonesia
  secepatnya.
Laksaman Maeda : Wah itu merupakan gagasan yang bagus mengingat inilah waktu
  yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan indonesia.
Moch Hatta : Berarti tuan menyetujuinya.
Laksamana Maeda : ( membalas dengan senyuman )
Ahmad Subarjo : Begini, kalau maeda mengizinkan kami boleh meminjam rumah
  anda.
Laksamana Maeda : Boleh, memang untuk apa?
Moch Hatta : Kami telah sepakat apabila berita itu kami akan secepatnya
  memproklamasikan kemerdekaan kemerdekaan indonesia
  rencananya kami akan memproklamasikan kemerdekaan
  indonesia besok pagi jadi apakah tuan keberatan?
Laksamana maeda : Tidak sama sekali lalu persiapan apa yang akan kita siapakan!
Soekarno : Rencananya kami akan membuat naskah proklamasi
  kemerdekaan indonesia.
Laksamana maeda : Ya sudah ayo sekarang silahkan buat naskahnya di ruang
  makan. Jangan membuang waktu dengan percuma.
Soekarno : Rasanya terlalu banayak orang kalau kita mengerjakan naskah ini
  bila bersama bagaimana kalau anda Bung Hatta, Ahmad Subarjo
  serta saya mengerjakan naskah ini bersama.
Sukarni : Benar, sebaiknya anda saja yang harus menuju ruang
  makan.
Moch Hatta : Tapi bagaiamana dengan para pemuda ini?
Laksaman Maeda : Biarkan mereka di ruang tamu. Saya akan ke kamar. Silakan
 Ke ruang makan. Susunlah naskah tersebut.


Moch Hatta, Ahmad Subarjo dan Soekarno pergi ke ruang makan untuk menyusun naskah proklamasi.


Soekarno : Biarkan saya mencatat.
Ahmad Subarjo : Baikalah.
Soekarno : Untuk pembukaan kata apa yang bagus ya?
Moch Hatta : Bagaiamana untuk pembukaannya kata proklamasi sepertinya
  kata itu cocok untuk naskah ini.
Soekarno : Yah bagus ( kemudian ia menulisnya dalam secarik kertas ) lalu
  untuk isinya apa?
Ahmad Subarjo : Tunggu sebentar biarkan saya berpikir dulu ( sekitar 5 menit
  ahmad subarjo berpikir ) ya bagaimana kalau begini ” Kami
  bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan indonesia”
Moch Hatta : Itu bagus, karena naskah ini menyatakan kemerdekaan bangsa
  kita ( kemudian ia menulisnya dalam secarik kertas )
Soekarno : Itu bagian dari pembukaan sekarang isinya bagaimana?
M.Hatta : Saya sudah berpikir begini ” Hal-Hal yang mengenai pemindahan
  dan kekuasaan dan lain-lain, di selenggarakan dengan cara
  seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Soekarno : Ya bagus semua sudah selesai, jadinya seperti ini.
Ahmad Subarjo : Alhamdulillah akhirnya selesai juga bagaimana kalau sekarang
  kita menghampiri para pemuda apakah mereka menyetujuinya isi
  naskah ini.
Soekarno : Ya sudah ayo kita menghampiri para pemuda.


Tidak lama kemudian mereka sampai di serambi belakang di tempat para pemuda menunggu )


Sutan Sahrir : Bagaimana naskahnya sudah selesai bung?
Soekarno : Sudah akan saya bacakan.


PROKLAMASI


Kami bangsa indonesia dengan ini kemerdekaan indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan dan kekuasaan dan lain-lain.
Dilaksanakan dengan djara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Djakarta, 17 – 8 – 05
Wakil Bangsa Indonesia


Soekarno : Mungkin ada yang ingin menambahkan.
Sukarni : Ada, kata-kata ada sedikit yang janggal jadi perlu di beri
  perubahan sedikit.
Soekarno : Baiklah kita akan memperbaikinya sekali lagi!
Sukarni : Itu lebih baik!


Akhirnya mereka merundingkan kembali naskah tersebut bersama para pemuda. Kemudian mereka melakukan sedikit perubahan pada naskah proklamasi itu. Setelah selesai melakukan sedikit perubahan kemudian soekarno menyuruh sayuti melik mengetik naskah proklamasi.


Soekarno : Maaf, apakah sayuti melik bisa mengetik naskah ini dengan
  perubahan-perubahannya?
Sayuti Melik : Saya bisa, Bung
Soekarno : Ya sudah tolong ketik naskah ini dengan cepat
Sayutri Melik : Baiklah.


Sayuti melik pun mengetik naskah proklamasi, kemudian setelah selesai. Naskah itu diberikan pada soekarno.
Sayuti Melik : Ini bung naskahnya sudah selesai sekarang tinggal siapa yang
  akan menandatangani naskah ini.
Sukarni : Terima kasih, bagaimana kalau naskah ini yang menandatangani
  adalah kitas semua yang hadir disini.
Moch Hatta : Ya, saya setuju. Agar mengacu fakta deelaration of independce.
Sukarni : Saya tidak setuju lebih baik anda dan bung Hatta yang
  menandatangani naskah tersebut atas nama bangsa indonesia.
Semua yang Hadir : Setuju, itu lebih baik!
Soekarno : Sekarang naskah sudah selesai, lalu sekarang yang harus kita
  pikirkan di mana naskah ini akan di bacakan.
Sukarni : Kami sudsah menyiapkan tempat kita akan membacakan teks
  proklamasi ini.
Moch Hatta : Dimana?
Sukarni : Dilapangan Ikada.
Soekarno : Saya menolak
Sukarni : Kenapa anda menolak?
Soekarno : Karena kalau kita membacakan naskah proklamasi ini di
  lapangan Ikada pasti akan timbul bentrokan dengan tentara
  jepang.
Sukarni : Betul juga.Kenapa sya tidak berpikir sampai kesana?
Soekarno : Bagaimana kalau kita membacakan teks proklamasi ini di rumah
  saya.
Moch Hatta : Saya setuju, mungkin dengan itu tentara jepang tidak akan
  mengacaukan proklamasi kemerdekaan indonesia.
Semua Yang Hadir : Setuju
Ahmad Subarjo : Ya sudah naskah sudah selesai disusun bagaimana kalau kita
  pulang ke rumah masing-masing dan istirahat dulu.
  Pagi harinya kita berkumpul di rumah Bung Karno.
Soekarno : Ya, kami semua sudah lelah, sebaiknya kami semua pulang saja,
  sebelumnya kami ingin mengucapkan terima kasih atas izin tuan.
Laksamana Maeda : Ah, tidak apa-apa.
Ahmad Subarjo : Ya sudah tuan kami pamit dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar